Kerangka Regulasi Keselamatan Maritim
6 Bahaya Utama K3 di Lingkungan Maritim
Jatuh ke laut adalah bahaya paling fatal di lingkungan maritim. Survival time di air tropis 4–6 jam; di air dingin hanya menit. Prosedur MOB yang benar (melempar lifebuoy, memutar kapal, pencarian) harus dilatih hingga menjadi refleks otomatis.
Kebakaran di kapal jauh lebih kompleks dari di darat: sumber air terbatas (sea water), ruang tertutup dengan asap tebal, dan tidak ada damkar yang bisa dipanggil. Semua ABK harus kompeten memadamkan api dan mengevakuasi secara mandiri.
Kapal kargo mengangkut ribuan jenis zat berbahaya: LPG, bahan kimia, BBM, radioaktif. Kegagalan handling atau insiden bocor/tumpah di tengah laut memerlukan respons yang terlatih khusus.
Tangki bahan bakar, ruang kargo, bilge, dan duct keel adalah confined space di kapal dengan risiko kekurangan oksigen dan gas beracun. Lebih berbahaya dari confined space di darat karena akses evakuasi lebih sulit.
Operasi bongkar muat menggunakan crane pelabuhan, forklift, dan reach stacker dengan beban ratusan ton. Risiko: barang jatuh, kapal bergoyang, dan jalur transportasi pelabuhan yang padat.
Badai, angin kencang, dan ombak tinggi mengancam stabilitas kapal. Pekerja di dek terbuka menghadapi risiko tersapu ombak. Overloading dan muatan tidak seimbang dapat menyebabkan kapal miring berbahaya.
Basic Safety Training (BST) — 4 Modul Wajib STCW
BST adalah pelatihan keselamatan dasar yang wajib dimiliki semua awak kapal sesuai Konvensi STCW. Terdiri dari 4 modul yang saling melengkapi:
Bertahan hidup di laut: menggunakan life jacket, naik ke life raft, sinyal distress, teknik survival di air.
Pencegahan kebakaran di kapal, klasifikasi api, teknik pemadaman, menggunakan APAR dan breathing apparatus di kapal.
Pertolongan pertama darurat di laut: RJP/BLS, penanganan trauma, penggunaan AED, dan merawat korban hingga bantuan tiba.
Prosedur darurat kapal, komunikasi bahaya, keselamatan diri di lingkungan kapal, dan tanggung jawab sosial ABK.
Siapa yang Membutuhkan Pelatihan Keselamatan Maritim?
Kewajiban STCW — semua awak kapal yang berlayar secara internasional wajib memiliki sertifikat BST.
TKBM, operator crane, stevedore, dan staf terminal wajib memiliki kompetensi K3 di lingkungan pelabuhan.
Personel di platform minyak dan gas lepas pantai — merupakan kelompok dengan risiko keselamatan maritim tertinggi.
Nelayan komersial dan pekerja budidaya laut yang beroperasi di lepas pantai memerlukan pelatihan sea survival.
Tim HSE, safety officer, dan manajer K3 perusahaan pelayaran, BUMN maritim, dan shipping company.
Tim survei dan riset kelautan, arkeologi bawah air, dan eksplorasi sumber daya laut.
Program Pelatihan Keselamatan Maritim
Program Terkait
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapkan Tim Anda untuk Keselamatan di Laut
Konsultasikan program keselamatan maritim yang sesuai dengan jenis operasi laut dan profil risiko tim Anda.
WhatsApp: 0812-2969-435