Deskripsi Program
Silabus Ahli Higiene Industri Muda dirancang sebagai pedoman pembelajaran profesional bagi peserta yang ingin meningkatkan kompetensi dalam bidang Higiene Industri sesuai standar nasional. Program ini mengacu pada unit kompetensi resmi SKKNI dan menjadi dasar asesmen dalam sertifikasi BNSP.
________________________________________________________________________
1. Sarjana (S1) K3 tanpa pengalaman kerja, telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi sesuai HIMU.
2. Sarjana (S1) Teknik tanpa pengalaman kerja, telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi HIMU.
3. Sarjana (S1) Non Teknik berpengalaman 6 bulan di bidang K3 dan telah mengikuti pelatihan berbasis kompetensi HIMU.
4. Diploma 3 (D3) K3 tanpa pengalaman, telah mengikuti pelatihan kompetensi HIMU.
5. Diploma 3 (D3) Teknik tanpa pengalaman, telah mengikuti pelatihan kompetensi HIMU.
6. Diploma 3 (D3) Non Teknik berpengalaman minimal 1 tahun di K3 serta telah mengikuti pelatihan kompetensi HIMU.
7. SLTA/Sederajat berpengalaman minimal 1 tahun di bidang K3 serta telah mengikuti pelatihan kompetensi HIMU.
8. Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar.
9. Fotokopi ijazah terakhir.
10. Fotokopi sertifikat pelatihan terkait K3.
11. Fotokopi KTP/Paspor/Kitas.
12. CV atau surat pengalaman kerja.
13. Surat rekomendasi dari atasan/pimpinan/rekanan kerja.
14. Portofolio dokumen pendukung:
• Program kerja aspek Higiene Industri
• Dokumen HIRADC aspek kesehatan kerja
• Bukti pengukuran dengan gas test, sound level meter, lux meter, dan lainnya
• Form identifikasi bahaya kesehatan di area kerja
• Laporan kegiatan Higiene Industri
• Bukti pengukuran risiko kesehatan faktor fisik dan kimia
Higiene Industri: Melindungi Kesehatan Jangka Panjang
Higiene Industri adalah ilmu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya lingkungan kerja yang menyebabkan penyakit kronis pada pekerja. Berbeda dengan kecelakaan yang langsung terlihat, bahaya higiene bersifat kumulatif dan tersembunyi — paparan kebisingan bertahun-tahun menyebabkan tuli permanen; debu silika menyebabkan silikosis; pelarut organik merusak hati dan sistem saraf.
4 Faktor Bahaya yang Dibahas
- Faktor Fisika: Kebisingan (NAB 85 dB/8 jam), getaran, pencahayaan, iklim kerja, radiasi
- Faktor Kimia: Debu inhalabel/respirable, uap pelarut, gas berbahaya, logam berat
- Faktor Biologi: Bakteri, virus, jamur (relevan di fasilitas kesehatan dan pertanian)
- Ergonomi: Postur kerja, gerakan berulang, pengangkatan manual
Praktik Sampling dengan Alat Nyata
Peserta dilatih menggunakan alat sampling profesional: Sound Level Meter, Heat Stress Monitor, Lux Meter, personal air sampling pump, dan alat pengukuran ergonomi. Pelatihan 4-5 hari, biaya mulai Rp 3.500.000/orang, sertifikat BNSP berlaku 3 tahun.