Investigasi kecelakaan kerja adalah proses sistematis untuk menemukan akar penyebab kecelakaan di proyek konstruksi, bukan sekadar mencari siapa yang bersalah, agar kejadian serupa tidak terulang.
Langkah-langkah investigasi yang umum dilakukan: (1) amankan lokasi kejadian dan berikan pertolongan pertama, (2) kumpulkan bukti berupa foto, dokumen, dan keterangan saksi sesegera mungkin, (3) susun kronologi kejadian secara rinci, (4) identifikasi akar penyebab menggunakan metode seperti 5-Why atau fishbone diagram, (5) rumuskan tindakan perbaikan dan pencegahan, (6) susun laporan resmi.
Laporan investigasi kecelakaan konstruksi wajib disampaikan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat sesuai ketentuan yang berlaku, dan menjadi bagian dari evaluasi Sistem Manajemen K3 Konstruksi proyek.
Kemampuan melakukan investigasi kecelakaan secara benar adalah salah satu kompetensi inti Ahli K3 Konstruksi, yang diajarkan secara mendalam dalam pelatihan K3 Konstruksi Wahana Totalita Konsultan.