K3

Panduan Membaca MSDS/SDS Bahan Kimia: 16 Bagian yang Wajib Dipahami

Panduan Membaca MSDS/SDS Bahan Kimia: 16 Bagian yang Wajib Dipahami

MSDS vs SDS: Apa Bedanya?

MSDS (Material Safety Data Sheet) adalah istilah lama untuk dokumen keselamatan bahan kimia, dengan format yang dulunya bervariasi antar negara dan pemasok. SDS (Safety Data Sheet) adalah istilah terbaru sesuai sistem GHS global, dengan format yang telah distandardisasi menjadi 16 bagian tetap di seluruh dunia — termasuk di Indonesia melalui SNI 9030-2:2021. Keduanya merujuk dokumen yang secara fungsi sama, namun format SDS GHS kini menjadi standar yang wajib digunakan.

16 Bagian SDS yang Wajib Dipahami

  1. Identifikasi bahan/produk dan perusahaan
  2. Identifikasi bahaya (klasifikasi GHS, kata sinyal, piktogram)
  3. Komposisi/informasi bahan penyusun
  4. Tindakan pertolongan pertama
  5. Tindakan pemadaman kebakaran
  6. Tindakan penanganan tumpahan/kebocoran
  7. Penanganan dan penyimpanan
  8. Pengendalian paparan dan alat pelindung diri
  9. Sifat fisika dan kimia
  10. Stabilitas dan reaktivitas
  11. Informasi toksikologi
  12. Informasi ekologi
  13. Pertimbangan pembuangan
  14. Informasi transportasi
  15. Informasi regulasi
  16. Informasi lain

Bagian Paling Penting untuk Pekerja Lapangan

Meski seluruh 16 bagian penting, pekerja lapangan yang menangani bahan kimia sehari-hari perlu paling menguasai Bagian 2 (klasifikasi bahaya), Bagian 4 (pertolongan pertama), Bagian 6 (penanganan tumpahan), dan Bagian 8 (APD yang diperlukan) — karena bagian-bagian inilah yang paling sering diakses saat terjadi situasi darurat di lapangan.

Kewajiban Perusahaan Terkait SDS

Sesuai Kepmenaker 187/1999, perusahaan wajib memiliki SDS untuk setiap bahan kimia berbahaya yang digunakan, disimpan dalam bentuk yang mudah diakses pekerja (baik fisik maupun digital), dan diperbarui setiap kali ada revisi dari pemasok. SDS juga menjadi rujukan utama saat menyusun prosedur tanggap darurat dan pelatihan K3 kimia bagi pekerja baru.

Kesalahan Umum dalam Pengelolaan SDS

Kesalahan yang sering ditemukan di lapangan termasuk SDS yang sudah kedaluwarsa (versi lama dari pemasok), SDS yang disimpan di tempat sulit diakses saat darurat, serta pekerja yang tidak pernah dilatih membaca dan memahami isi SDS. Pengelolaan SDS yang baik memerlukan sistem yang jelas — siapa yang bertanggung jawab memperbarui, di mana disimpan, dan bagaimana memastikan setiap pekerja yang relevan memahaminya.

Ingin tim Anda terlatih mengelola SDS/MSDS dengan benar? kunjungi halaman program K3 Kimia kami.

🎓
Siap Mulai Sertifikasi K3?

Wahana Totalita Konsultan menyediakan 40+ program pelatihan K3 bersertifikasi BNSP & Kemnaker RI.

Daftar Sekarang →