WAHANACORPORATE SOLUTIONS

GOVERNANCE / RISK / COMPLIANCE

Pilar 01 • Tata Kelola & Ketahanan Risiko

Governance, Risk & Compliance (GRC)

Mengintegrasikan tata kelola dewan, manajemen risiko lintas divisi, dan kepatuhan regulasi ke dalam satu kesatuan sistem kendali terpadu untuk melindungi nilai aset dan memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Ilustrasi profesional untuk governance / risk / compliance
WAHANA / CORPORATE SOLUTIONS Visual ilustratif

FOKUS PENDAMPINGAN

Keputusan yang selaras. Pengawasan yang terhubung.

Ruang lingkup dan keluaran akhir disesuaikan dengan kondisi, prioritas, dan kesepakatan penugasan perusahaan Anda.

  1. 01

    Pemetaan tata kelola & risiko

  2. 02

    Rancangan sistem dan kontrol

  3. 03

    Penguatan kapabilitas tim

01 / PERSPEKTIF BISNIS

Urgensi GRC Terintegrasi dalam Ekosistem Korporasi Modern

Banyak organisasi di Indonesia menjalankan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan secara terkotak-kotak (silo). Bagian operasional menyusun SOP mandiri, divisi kepatuhan fokus hanya pada pemenuhan ceklis formalitas regulasi, auditor internal bekerja dengan cakupan terpisah, sementara dewan direksi dan komite audit kesulitan memperoleh visibilitas menyeluruh mengenai profil risiko konsolidasian.

Pendekatan terisolasi tersebut menciptakan celah kritis: risiko strategis tidak teridentifikasi tepat waktu, redundansi pengendalian yang memboroskan biaya operasional, serta keterlambatan respons saat terjadi krisis. Wahana Corporate Solutions membantu merajut kembali arsitektur GRC korporasi agar setiap lini pertahanan bekerja secara sinergis dan terukur.

Penerapan Three Lines Model (IIA) dalam Kerangka GRC Wahana

Kami mengadopsi prinsip The IIA Three Lines Model yang diselaraskan dengan struktur organ perseroan (Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit) serta standar internasional ISO 31000:

  • Lini Pertama (Operasional & Bisnis): Pemilik risiko (risk owner) yang memimpin lini bisnis, bertanggung jawab mengidentifikasi, mengelola, dan menerapkan mitigasi risiko harian.
  • Lini Kedua (Manajemen Risiko & Kepatuhan): Memberikan keahlian metodologi, fasilitasi risk assessment, pemantauan Key Risk Indicators (KRI), serta pengawasan kepatuhan legal.
  • Lini Ketiga (Internal Audit): Menyediakan jaminan independen dan objektif kepada Dewan Komisaris dan Komite Audit atas kecukupan dan efektivitas pengendalian.
Ilustrasi pembahasan dan penerapan governance / risk / compliance
STRATEGI / MANUSIA / EKSEKUSIVisual ilustratif

02 / PEMBAHASAN & PENERAPAN

5 Solusi Spesifik & Panduan Terperinci

Untuk memberikan kedalaman analisis dan solusi praktis, Wahana membagi penugasan GRC ke dalam lima area fokus teknis:

Fokus Teknis 01

Enterprise Risk Management (ERM)

Perancangan kerangka kerja manajemen risiko berbasis ISO 31000, penetapan selera risiko (risk appetite), kriteria batas toleransi, dan pembentukan budaya sadar risiko di seluruh jajaran organisasi.

Buka Kajian ERM Selengkapnya →
Fokus Teknis 02

Strategi & Rencana Mitigasi Risiko

Formulasi perlakuan risiko preventif dan responsif, penentuan prioritas alokasi anggaran kendali, penetapan indikator risiko kunci (KRI), serta evaluasi efektivitas sisa risiko (residual risk).

Buka Kajian Mitigasi Risiko →
Fokus Teknis 03

Penyusunan Risk Register Korporasi

Penyusunan basis data risiko terstandarisasi, matriks probabilitas dan dampak 5x5, pemetaan risiko enterprise vs operasional, dan penetapan akuntabilitas kepemilikan risiko unit kerja.

Buka Kajian Risk Register →
Fokus Teknis 04

Internal Control over Financial Reporting (ICoFR)

Perancangan, evaluasi dokumentasi (Risk and Control Matrix - RCM), uji efektivitas desain, serta pengujian pengendalian transaksi pelaporan keuangan berbasis kerangka COSO 2013.

Buka Kajian ICoFR →
Fokus Teknis 05

Good Corporate Governance (GCG)

Penerapan prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Kewajaran (TARIF), asesmen kesesuaian GCG, penyusunan Pedoman Kerja Dewan (Board Manual), dan Whistleblowing System (WBS).

Buka Kajian GCG Selengkapnya →
PETA PENDEKATAN / WAHANASatu kerangka, tiga perspektif.
  1. 01Tata kelola
  2. 02Manajemen risiko
  3. 03Kepatuhan

Ilustrasi alur pembahasan. Penerapan disesuaikan dengan konteks organisasi.

03 / LANGKAH & PENDAMPINGAN

Pendekatan Penugasan & Deliverables Layanan GRC

Setiap keterlibatan penugasan GRC oleh Wahana dipandu dengan output nyata yang terukur, dapat diaudit, dan siap diimplementasikan oleh manajemen:

Fase Penugasan Aktivitas Utama Deliverables Resmi
1. Diagnostic & Gap Analysis Review dokumen tata kelola, evaluasi register risiko eksisting, dan wawancara mendalam jajaran pimpinan. Laporan Diagnostik Kematangan GRC & Matriks Celah Regulasi (Gap Matrix).
2. Arsitektur Kebijakan Perumusan piagam (charter), pedoman manajemen risiko, risk appetite statement, dan manual kendali internal. Buku Pedoman GRC Resmi, Risk Appetite Framework, dan Kebijakan Manajemen Risiko.
3. Register & Pengendalian Workshop pemetaan risiko bersama para risk owner lintas fungsi dan penyusunan matriks pengendalian. Corporate Risk Register Konsolidasian, Matriks KRI, dan RCM (Risk & Control Matrix).
4. Pengujian & Remediasi Uji petik (walkthrough testing) kecukupan pengendalian kunci dan penyusunan rencana aksi perbaikan. Laporan Evaluasi Pengendalian Internal & Remediation Action Plan.

PENDEKATAN PENUGASAN

Dari kebutuhan,
menjadi langkah nyata.

Rencanakan diskusi awal
  1. 01

    Dengarkan & petakan

    Pahami konteks bisnis, pemangku kepentingan, dan kebutuhan yang paling mendesak.

  2. 02

    Sepakati arah

    Susun ruang lingkup, keluaran, tahapan, serta peran tim yang terlibat.

  3. 03

    Dampingi pelaksanaan

    Jalankan pekerjaan dan alihkan pengetahuan agar tim dapat melanjutkan penguatan.

Kemitraan Korporasi Terpercaya

Tingkatkan Maturitas Tata Kelola & Kendali Risiko Perusahaan Anda

Hubungi tim advisory Wahana Corporate Solutions untuk menyusun rencana penugasan asesmen atau pendampingan in-house GRC terstruktur.

Kerahasiaan data korporasi terjamin (NDA) • Asesmen terstruktur sebelum penyusunan proposal • Pendekatan disesuaikan dengan konteks industri