Cara menggunakan APAR dapat diingat dengan PASS: Pull, Aim, Squeeze, Sweep—tarik pin, arahkan ke pangkal api, tekan tuas, lalu sapukan. Urutan ini hanya bagian pengoperasian. Sebelum mendekat, pastikan pengguna terlatih, alat cocok, api masih pada tahap awal, serta jalan keluar tetap aman.

Jika api membesar, asap mengganggu, bahan tidak diketahui, atau jalan keluar terancam, lakukan evakuasi sesuai prosedur. Jangan menunda alarm untuk mencoba menghabiskan satu tabung. Diagram pada halaman ini adalah pengingat belajar, bukan pengganti praktik terkontrol dan instruksi model alat.

Sebelum menggunakan APAR: lanjut atau evakuasi?

  • Alarm atau pemberitahuan darurat telah dilakukan sesuai prosedur lokasi.
  • Pengguna memahami pengoperasian dan batas kemampuan alat.
  • Jenis bahan yang terbakar serta rating APAR cocok.
  • Api masih kecil dan tidak menyebar di luar kemampuan respons awal.
  • Pengguna dapat mundur tanpa melewati api atau asap.

Bila kondisi tersebut tidak terpenuhi, jangan memulai upaya pemadaman. Prosedur perusahaan dapat menetapkan hanya petugas tertentu yang boleh menggunakan APAR; ikuti pembagian peran tersebut.

Kenali alat sebelum keadaan darurat

Temukan pin, tuas, pegangan, selang/nozzle, serta petunjuk pada unit. Pada model dengan manometer, periksa zona operasi sesuai label; unit CO2 dapat memiliki bentuk dan metode pemeriksaan berbeda. Jangan membuka pin saat inspeksi biasa atau mencoba menyemprot untuk memeriksa isi.

Pahami jenis APAR dan ratingnya. Jangan menggunakan air biasa untuk kebakaran listrik bertegangan atau minyak masak. Jangan menganggap APAR powder ABC cocok untuk logam. Untuk CO2, pegangan dan bahaya pelepasan gas mengikuti instruksi pabrikan.

Langkah PASS untuk menggunakan APAR

1. Pull: tarik pin pengaman

Pegang alat dengan stabil dan ikuti petunjuk pelepasan pengaman pada modelnya. Jangan menekan tuas pelepas saat sedang melepas pin. Letak pin serta mekanisme pengaman dapat berbeda, sehingga pengenalan alat perlu dilakukan sebelum keadaan darurat.

2. Aim: arahkan ke pangkal api

Arahkan nozzle ke bagian bahan yang terbakar sesuai instruksi alat, bukan hanya ke ujung nyala. Pertahankan jalur mundur. Jarak pengoperasian mengikuti label serta kondisi; tidak ada satu angka jarak yang cocok untuk semua media dan kapasitas.

3. Squeeze: tekan tuas

Aktifkan pelepasan sesuai desain unit. Pegang bagian yang memang dirancang sebagai pegangan. Jangan menyentuh bagian pelepas CO2 yang dapat sangat dingin. Bila alat tidak berfungsi atau kondisi memburuk, mundur dan lanjutkan respons darurat—jangan memperbaiki alat di dekat api.

4. Sweep: sapukan pada area pangkal api

Gerakkan arah pelepasan menyapu area yang terbakar sambil menilai hasilnya. Jangan maju sehingga jalan keluar terpotong. Api yang tampak mengecil tetap dapat menyala lagi, sehingga jangan berbalik meninggalkan area tanpa memperhatikan kondisinya.

Teknik PASS perlu disertai pemilihan alat yang sesuai. Diagram sengaja tidak menampilkan satu posisi tubuh atau jarak sebagai aturan universal; petunjuk unit dan latihan di lokasi menjadi acuan operasional.

Kapan harus berhenti memadamkan?

Tanda berhenti dan tindakan berikutnya
TandaTindakan
Api terus tumbuh atau menyebar.Hentikan upaya dan evakuasi melalui rute aman.
Asap mengurangi pandangan atau mengganggu pernapasan.Jangan masuk lebih jauh; tinggalkan area sesuai prosedur.
Alat tidak bekerja atau media tidak efektif.Jangan mengandalkan percobaan berulang; mundur dan laporkan.
Panas atau posisi api mengancam jalur keluar.Utamakan keluar sebelum rute tertutup.
Bahan atau risikonya tidak diketahui.Jangan mencoba media secara acak; serahkan kepada petugas yang berwenang.

Apa yang dilakukan setelah APAR digunakan?

Laporkan pemakaian meskipun hanya sedikit media yang keluar. Tandai dan kelola unit agar tidak dianggap siap pakai sebelum ditangani penyedia servis atau personel yang berwenang sesuai sistem pemeliharaan. Atur pengganti jika unit tersebut merupakan bagian proteksi area.

Catat lokasi, waktu, alat yang dipakai, dan kondisi kejadian. Penilaian kembali area serta pengoperasian peralatan hanya dilakukan setelah dinyatakan sesuai prosedur. Jangan menyalakan ulang mesin atau listrik untuk melihat apakah “sudah normal” ketika sumber kejadian belum diperiksa.

Kesalahan yang sering mengurangi efektivitas

  • Mencari tabung sebelum memberi tahu orang lain tentang kebakaran.
  • Menyemprot ke ujung nyala dan tidak mengamati bahan yang terbakar.
  • Menggunakan alat tanpa membaca kecocokan media.
  • Terus mendekat meskipun jalan keluar mulai terancam.
  • Mengembalikan alat yang telah dipakai ke dudukannya tanpa pelaporan.

Untuk latihan tim, gunakan skenario yang aman dan dipandu instruktur. Pelatihan petugas kebakaran membantu menghubungkan pengenalan alat, komunikasi darurat, serta praktik yang sesuai kewenangan.