Sertifikasi Sertifikasi BNSP · K3
TKBT Level 2 — supervisi tim kerja di ketinggian, perencanaan pekerjaan, dan pengelolaan risiko kompleks pada proyek konstruksi.
Program
TKBT Level 2 adalah jenjang lanjutan dari TKBT 1, ditujukan bagi tenaga kerja yang mengawasi tim pekerja di ketinggian pada bangunan tinggi. Perbedaan mendasar antara kedua jenjang ini terletak pada cakupan tanggung jawab — TKBT 1 berfokus pada keselamatan diri sendiri saat bekerja di ketinggian, sementara TKBT 2 menuntut kemampuan mengawasi rekan kerja, memastikan seluruh anggota tim mematuhi prosedur, dan mengambil keputusan cepat ketika kondisi di lapangan tidak sesuai rencana.
Pada pekerjaan bangunan tinggi seperti pembersihan kaca gedung bertingkat atau perawatan fasad, satu kesalahan dari satu anggota tim dapat berakibat fatal, sehingga peran pengawas di ketinggian menjadi elemen krusial yang tidak boleh diabaikan.
Ketentuan keselamatan kerja pada ketinggian diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian, yang mewajibkan setiap tenaga kerja pada ketinggian memiliki kompetensi dan lisensi K3 sesuai klasifikasi jenjangnya, termasuk jenjang pengawas. Landasan umum keselamatan kerja bersumber dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1970.
Peserta umumnya telah memiliki lisensi TKBT 1 dan pengalaman kerja di ketinggian sebelum melanjutkan ke jenjang pengawas. Proses meliputi pembekalan teori, praktik supervisi tim, dan ujian sesuai prosedur yang berlaku. Peserta yang lulus memperoleh lisensi K3 TKBT Level 2.
Level 2 dibutuhkan pada proyek bangunan tinggi berskala besar yang memerlukan pengawas lapangan bersertifikat untuk mengoordinasikan tim pekerja ketinggian. Bagi individu, jenjang ini membuka jalur karier dari pelaksana menjadi pengawas dengan tanggung jawab dan penghasilan yang lebih besar. Bagi perusahaan jasa perawatan gedung, pengawas bersertifikat mengurangi risiko insiden fatal yang berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum dan reputasi serius.
Ya, pengawas umumnya tetap perlu memiliki kompetensi teknis bekerja di ketinggian, namun fokus utama perannya adalah memastikan seluruh tim bekerja sesuai prosedur, bukan sekadar menjadi pelaksana teknis tambahan.
Jumlah ideal bergantung pada kompleksitas pekerjaan dan kondisi bangunan, dengan prinsip umum memastikan pengawas dapat memantau seluruh anggota tim secara efektif tanpa kehilangan kendali situasi.
Materi mencakup prinsip umum pekerjaan ketinggian bangunan tinggi yang berlaku luas, dengan penyesuaian praktik sesuai karakteristik bangunan dan jenis pekerjaan yang dihadapi.
Ringkasan
| Kategori | K3 |
|---|---|
| Mode | Online |
| Sertifikasi | Sertifikasi BNSP |
| Harga | Rp 5.750.000 / orang |
| Pendaftaran | Via WhatsApp |
Baca Juga
Hubungi tim kami via WhatsApp untuk informasi jadwal, syarat pendaftaran, dan penawaran khusus perusahaan.