Matriks Risiko 5x5 K3 Online 2026
Hitung evaluasi risiko bahaya kerja secara akurat menggunakan matriks 5x5 interaktif. Tentukan nilai Peluang (Likelihood) dan Dampak Keparahan (Consequence), peroleh kategori risiko, dan susun dokumen Risk Register resmi.
Tabel Matriks Risiko 5x5
Klik salah satu sel untuk evaluasi instan:Hasil Evaluasi Risiko
ISO 31000:2018Ketentuan Pengendalian Wajib:
Pekerjaan dapat dijalankan dengan pengawasan supervisor dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang diperketat serta APD standar.
Tambahkan ke Risk Register:
Daftar Rekapitulasi Risiko (Risk Register)
| No | Aktivitas Kerja / Potensi Bahaya | L | C | Skor | Level | Rencana Tindakan Pengendalian | Aksi |
|---|
Panduan Lengkap Penilaian Risiko K3 Menggunakan Matriks 5x5
Penilaian risiko keselamatan kerja merupakan fondasi utama sistem manajemen K3 modern sesuai dengan SNI ISO 31000:2018 (Manajemen Risiko — Pedoman) dan Lampiran Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3. Matriks 5x5 menggabungkan probabilitas kemunculan bahaya dengan tingkat keparahan konsekuensi yang ditimbulkan.
1. Klasifikasi 4 Tingkat Risiko (Risk Levels)
- Ekstrem / Kritis (Skor 15 - 25): Risiko tidak dapat ditoleransi. Pekerjaan harus segera dihentikan seketika sampai tindakan rekayasa teknik dipasang. Wajib persetujuan Direktur Operasional.
- Tinggi / High (Skor 10 - 14): Risiko signifikan yang memerlukan tindakan perbaikan mendesak dalam kurun waktu 24 jam. Wajib izin kerja khusus (PTW) dan pengawasan intensif HSE.
- Sedang / Medium (Skor 5 - 9): Risiko dapat diterima dengan syarat pengendalian operasional, SOP, dan APD dipatuhi secara ketat. Mitigasi dijadwalkan dalam 7 hari kerja.
- Rendah / Low (Skor 1 - 4): Risiko dapat diterima (Broadly Acceptable). Tindakan pencegahan rutin dan pemantauan berkala saat inspeksi K3 triwulanan.
2. Konsep ALARP (As Low As Reasonably Practicable)
Prinsip ALARP menetapkan bahwa tidak semua risiko di tempat kerja dapat diturunkan hingga nol mutlak (zero risk), namun setiap bahaya harus ditekan hingga ke titik di mana biaya tambahan untuk menurunkannya lagi akan sangat tidak proporsional dibanding penurunan risiko yang dicapai.
Pertanyaan Sering Diajukan Seputar Matriks Risiko K3 (FAQ)
Apa perbedaan antara Initial Risk (Risiko Awal) dan Residual Risk (Risiko Sisa)?
Initial Risk adalah tingkat risiko murni dari suatu aktivitas kerja sebelum diterapkannya tindakan pengendalian keselamatan apa pun. Sedangkan Residual Risk (Risiko Sisa) adalah tingkat risiko yang masih tersisa setelah seluruh tindakan pencegahan (rekayasa teknik, SOP, APD) telah diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Mengapa matriks risiko 5x5 lebih dianjurkan dibanding matriks 3x3?
Matriks 3x3 cenderung menghasilkan pengelompokan yang terlalu kasar (banyak bahaya menumpuk di kategori Sedang). Matriks 5x5 memberikan diferensiasi yang jauh lebih presisi dan terukur antara cedera ringan P3K, rawat inap medis (LTI), cacat permanen, hingga fatalitas, sehingga alokasi anggaran K3 perusahaan dapat diarahkan tepat sasaran pada bahaya paling kritis.
Siapa yang harus melakukan evaluasi matriks risiko di perusahaan?
Evaluasi matriks risiko wajib dilakukan secara multidisiplin oleh tim HIRADC yang terdiri dari: Penanggung jawab area kerja (Supervisor/Manager), Teknisi pelaksana pekerjaan yang memahami detail bahaya fisik, serta Ahli K3 Umum yang menguasai metodologi evaluasi risiko dan regulasi keselamatan nasional.